Sebutkan sepuluh contoh hewan yang tidak mengalami metamorfo

Sebutkan sepuluh contoh hewan yang tidak mengalami metamorfosis!

Jawaban

Sepuluh contoh hewan yang tidak mengalami metamorfosis adalah ikan, belut, cicak, kura-kura, komodo, kadal, ayam, burung, sapi dan kerbau. Hewan yang mengalami metamorfosis umumnya terjadi pada serangga dan amfibi. Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh yang terjadi pada daur hidupnya.  Metamorfosis terdri dari dua macam yaitu holometabola dan hemimetabola.

Pembahasan

Metamorfosis merupakan tahapan perkembangan hewan yang melibatkan perubahan fisik/bentuk tubuh mulai dari fase telur, menetas, dan sampai menjadi individu dewasa. Perubahan bentuk yang terjadi terdiri dari perubahan anatomi, morfologi, maupun fisiologis.

Metamorfosis terdiri dari 4 fase meliputi telur, larva atau nimfa, pupa, kemudian imago. Karaktaristik metamorfosis sempurna yaitu hewan yang mengalami keempat fase tersebut, lebih spesifiknya mengalami fase pupa atau kepompong. Tahap metamorfosis sempurna (holometabola) adalah telur – larva – pupa – imago. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah semut, lebah, katak, kupu-kupu, nyamuk, lalat maupun kumbang. Adapun pada metamorfosis tidak sempurna, hewan tidak mengalami fase pupa atau kepompong. Tahap metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola) adalah telur – nimfa – imago. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah jangkrik, capung, kecoak, belalang, kepik maupun rayap/laron.

1. Telur

Telur merupakan fase paling awal dari proses terbentuknya individu baru. Telur dihasilkan oleh induk betina yang kemudian dibuahi oleh induk jantan sehingga akan terbentuk individu baru. Selanjutnya, telur yang berhasil menetas akan menjadi lava atau nimfa.

2. Larva atau Nimfa

Larva biasanya terdapat pada hewan beberapa jenis serangga dan amfibi. Pada fase ini, bisa dijadikan tanda apakah jenis hewan, khususnya pada serangga, termasuk ke dalam metamorfosis sempurna atau metamorfosis tidak sempurna. Apabila telur yang menetas menjadi larva maka serangga tersebut termasuk ke dalam jenis serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Apabila, jika telur yang menetas menjadi nimfa maka serangga tersebut akan mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Bentuk larva sangat berbeda dengan bentuk pada fase dewasanya. Contohnya adalah jentik-jentik yang merupakan larva daru nyamuk. Pada fase dewasa, larva yang berupa jentik-jentik tersebut akan tumbuh menjadi imago atau nyamuk dewasa dimana bentuk tubuh yang sangat berbeda dengan fase larva. Kemudian, larva akan memasuki fase berikutnya yaitu tahap pupa atau kepompong.

Adapun nimfa merupakan hewan muda yang mempunyai bentuk tubuh yang sama seperti betuk tubuh pada fase dewasa atau imago. Yang membedakannya adalah ukuran tubuh pada fase nimfa lebih kecil dari ukuran pada fase dewasa. Pada masa nimfa ada beberapa bagian organ hewan ada yang belum tumbuh. Bentuk tubuh hewan yang melalui fase nimfa hanya terjadi pada jenis hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.

4. Pupa/Kepompong

Pupa disebut juga dengan kepompong. Fase pupa atau kepompong merupakan fase transisi, di mana serangga dalam fase pupa berada dalam keadaan tidak makan dalam waktu yang cukup lama. Fase pupa atau kepompong terjadi hanya pada jenis serangga yang mengalami metamorfosis sempurna (holometabola). Setelah melewati fase pupa atau kepompong, hewan akan menjadi imago atau individu dewasa.

5. Imago/Dewasa

Imago merupakan penamaan untuk individu dewasa, baik yang berproses dari nimfa atau pupa/kepompong. Fase ini adalah tahap paling akhir dari fase dalam metamorfosis. Individu pada fase imago dapat menghasilkan telur. Telur tersebut kemudian akan menetas dan kembali mengalami tahap metamorfosis seperti induknya.

Leave a Comment