Apa hubungan piagam Jakarta dengan pembukaan UUD 1945

Apa hubungan piagam Jakarta dengan pembukaan UUD 1945

Jawaban

Hubungan piagam Jakarta dengan Pembukaan UUD 1945 adalah Piagam Jakarta merupakan naskah awal Pembukaan UUD 1945, namun kemudian terjadi perubahan yaitu

  • Pada Piagam Jakarta berbunyi: “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya” berubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”
  • Perubahan istilah “Mukadimah” menjadi “Pembukaan”

Pembahasan:

Piagam Jakarta adalah rumusan awal tentang dasar negara, Pancasila, yang disusun oleh Panitia Sembilan, yang terdiri dari para anggota PPKI. Hasil pembahasan ini kemudian menjadi Pancasila setelah disepakati dalam sidang PPKI.

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dibentuk pada 7 Agustus 1945. Ketua PPKI adalah Ir Sukarno sedangkan wakilnya adalah Muhammad Hatta. Dalam

Namun, ada perubahan pada pasal pertama dalam Piagam Jakarta. Pada awalnya, pasal pertama dari Piagam Jakarta berbunyi:

“Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya”.

Namun kemudian pasal ini berupah menjadi versi Pancasila sekarang yang berbunyi:

“Ketuhanan Yang Maha Esa”

Perubahan ini disebabkan oleh kecemasan dan keberatan warga Indonesia bagian Timur yang kebanyakan non-Muslim (Kristen, Katolik dan Hindu), akan adanya isi pasal ini. Kecemasan ini disampaikan pada para anggota PPKI (Panitia Persiapakn Kemerdekaan Indonesia). Pasal itu disebut sebagai diskriminasi terhadap golongan minoritas.

Untuk mencegah perpecahan ini, sebelum rapat pertama PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, Muhammad Hatta mengajak para anggota PPKI lainya yaitu Ki Hajar Dewantara, Wachid Hasyim, dan Teuku Muhammad Hasan untuk merubah isi pasal ini dengan versi yang lebih dapat diterima oleh segenap bangsa Indonesia. Untuk bisa menjaga persatuan bangsa Indonesia, maka dilakukanlah perubahan terhadap isi sila itu.

Perubahan lainnya adalah pasal 6 UUD 1945 yang awalnya berbunyi “presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama Islam “menjadi “presiden ialah orang Indonesia asli”, serta perubahan kata “Mukadimah” menjadi “Pembukaan”

———————————————————————–

Leave a Comment